Catatan Redaksi

Merawat Kebhinekaan di Tengah Gempuran Globalisasi

Catatan Kebangsaan D. Supriyanto JN

Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, dengan budaya yang beragam, bahasa, ras, suku, dan tradisi serta adat istiadat lokal yang juga berbeda-beda. Namun perbedaan itu bukanlah pemisah satu sama lain, melainkan justru pemersatu dan tetap menjadi satu kesatuan dalam rumah yang sama yaitu bangsa Indonesia.

Salah satu identitas Indonesia yang paling dominan dari dulu hingga sekarang adalah keragaman, atau kebhinekaan. Identitas tersebut tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, namun hasil dialog sejarah panjang dari generasi ke generasi, dan senantiasa eksis dari dahulu hingga sekarang ini.

Bhineka unggal ika yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu itu merupakan semboyan bangsa Indonesia saat ini, dan yang akan datang, juga sudah terbukti dimasa-masa sebelumnya.

Di tengah-tengah ancaman disintegrasi  yang dihadapi bangsa Indonesia,  diperlukan upaya untuk  terus menerus merawat keberagaman itu. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita menengok kehidupan masyarakat di pulau atau daerah terpencil di negeri ini yang dapat merawat dan menjaga keberagaman.

Perbedaan ras, suku bangsa,  agama,  dan budaya tidak menyebabkan keadaan  terpecah belah,  tetapi justru  memperkuat harmoni  sosial.  Secara sosiologis dan kultural masyarakat Indonesia  memang merupakan masyarakat plural  yang  memiliki  potensi  besar  bagi  munculnya  konflik  dan  perpecahan,  jika  tidak  dilandasi  oleh multikulturalisme.

Bagi  bangsa  Indonesia, multikulturalisme  adalah suatu keniscayaan  dan keharusan. Keragaman ras, suku, bahasa, budaya, dan  agama merupakan  ciri khas  serta kelebihan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa  lain.

Namun,  akhir-akhir  ini  ada kecenderungan  dari sebagian  warga bangsa  dan kelompok  masyarakat  untuk  mengingkari  sifat multikultur  yang  sudah  melekat  pada  bangsa Indonesia  sejak  ratusan  tahun  lalu.  Hal  itu menyebabkan  bangsa  Indonesia  kembali dihadapkan pada suatu situasi yang meresahkan, yaitu ancaman disintegrasi bangsa.

Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, budaya, dan bahasa sudah sejak dulu memiliki sikap saling menghormati. Hal itu telah terbukti dengan kelahiran Sumpah Pemuda pada  28 Oktober  1928.  Namun saat  ini bangsa Indonesia  sedang  diuji  kedewasaan  dan keragamannya  dengan  maraknya  kasus intoleransi dan berbagai kasus SARA. Salah satu perekat  nasionalisme  adalah  kebhinekaan. Sayang  semboyan  Bhinneka  Tunggal  Ika  yang diagungkan  dan  digaungkan  sejak  dahulu  oleh para  pendiri  bangsa,  tampaknya  mulai  tidak dipahami  dan  cenderung mulai luntur.

Perbedaan adalah suatu keberagaman, yang bisa kita lakukan adalah menerima perbedaan tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan. Perbedaan bukan justru kita jadikan sumber konflik melainkan sebisa mungkin kita jadikan tolak kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, damai dan penuh toleransi. Sehingga kedamaian di dunia bisa betul-betul terwujud.

Indonesia adalah salah satu negara yang banyak memiliki keberagaman, perbedaan yang beragam seperti suku, ras, etnik, agama, budaya ,bahasa ,dan adat istiadat di dalamnya. Perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia sesungguhnya merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Hal ini karena tak banyak negara yang memilikinya.

Salah satu cara menjaga dan merawat perbedaan yang beragam tersebut adalah dengan Bhinneka Tunggal Ika, Bhineka Tunggal Ika (berbeda beda tetapi tetap satu jua) merupakan semboyan negara Indonesia yang dijadikan sebagai dasar unuk mewujudkan persatuan dan kesatuan negara indonesia dimana kita harus menerapkannya dalam kehidupan sehari hari, yakni dengan cara hidup saling menghargai satu samalain. Maka dari itu kita sebagai rakyat Indonesia harus tetap menjaga keutuhan dalam kebersamaan membangun Negara kesatuan yang majemuk.

Indonesia dengan hadirnya masyarakat yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa yang berbeda beda di bawah naungan sebuah system nasional yang mengandung beberapa unsur pemerintahan yang menjalankan suatu proses pembentukan masyarakat Indonesia tanpa membedakan keberagaman budaya ,bahasa ,agama ,suku ,ataupun strata social demi mewujudkan tujuan suatu Negara, yakni seperti yang telah di maksud dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Bhinneka Tunggal Ika sangat memiliki peran penting bagi Indonesia, salah satunya digunakan sebagai pemersatu bangsa demi meningkatkan derajat Negara Indonesia. Kemudian salahsatu usaha yang harus di tempuh yakni meningkatkan kesadaran pola fikir masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak konstitusi dalam berkumpul maupun berserikat, dan juga mendorong masyarakat untuk lebih menggunakan dasar agama sebagai landasan kehidupan dalam bersosialisasi yang juga menegaskan bahwa tuhanlah tujuan hidup mereka seperti yang tertera dalam agama yang di anut setiap individu masyarakat.

Seiring berkembangnya zaman, pengamalan Bhinneka Tunggal Ika semakin lama semakin meredup. Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya sebatas semboyan atau konsep pengembangan suatu Negara saja, perlu ada suatu cara baru yang lebih menyesuaikan dengan kehidupan di jaman sekarang. Salahsatu cara yang bisa di lakukan adalah dengan menjaga nilai-nilai tradisi, menghidupkan kembali Pendidikan Moral Pancasila.

Dengan demikian menjaga, memaknai, menyebarkan dan mengamalkan Bhineka Tunggal Ika adalah kewajiban kita semua agar kedamaian dan kerukunan bisa betul-betul terwujud di bumi Indonesia

* Pekerja Budaya, Penikmat Kopi Pahit

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More