SULAWESI TENGAH

266 KK Nelayan Donggala Terima Bantuan Inflasi

STRATEGINEWS.co, Donggala – Dalam kegiatan penyerahan bantuan dampak inflasi kepada masyarakat Donggala, Bupati Donggala, Kasman Lassa, mengingatkan kepada SPBU yang di tunjuk dan Alfamidi, agar bantuan kepada masyarakat sesuai dengan jumlah haknya, jangan sampai terpotong.

Hal itu diungkapkannya pada kegiatan penyerahan bantuan dampak inflasi usaha nelayan, budidaya ikan skala kecil, pemasar dan pengelola hasil perikanan. Bupati berpesan agar masyarakat dapat mengetahui penyaluran bantuan tidak ada pungutan sepersen pun, jangan sampai ada oknum yang coba-coba lakukan pungutan kepada masyarakat penerima bantuan.

“Data penerima bantuan diambil dari Kepala Dusun, RT-RW, Kepala Desa, Lurah dan diketahui camat, kemudian disampaikan ke Dinas Sosial dan selanjutnya Dinas Sosial melakukan verifikasi, hal tersebut dilakukan bertujuan untuk mengetahui kebenaran dari pada data masyarakat tersebut, kemudian hasil dari verifikasi dikirim ke pemerintah pusat,” Jelas Kasman Lassa.

Olehnya bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah, sehingga Bupati berharap kepada masyarakat, agar memanfaatkan bantuan itu dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, S. Pi, dalam laporannya menyampaikan kegiatan itu dilakukan, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134 Tahun 2022, tentang penanggulangan dampak inflasi.

Dimana untuk Kabupaten Donggala mendapatkan kewajiban dan tanggung jawab, program dampak penanggulangan inflasi yaitu sebanyak 800 KK, yang tersebar di 14 kecamatan diantaranya yaitu Kecamatan Banawa, Banawa Tengah, Tanantovea, Labuan dan Sindue, Sirenja serta sojol Utara.

Lanjut disampaikannya untuk tahap pertama sudah dilakukan di Kecamatan sojol utara dan hari ini yaitu Kecamatan Benawa, Banawa Tengah dan Banawa Selatan dengan jumlah penerima yaitu sebanyak 266 Kepala Keluarga (KK).

“Kami mendapat tugas dan tanggung jawab dari Bupati bersama Forkopimda terkait dengan penanggulangan dampak inflasi ini di perikanan Rp.600.000 per-Kepala Keluarga (KK) atau per-rumah tangga perikanan. Jumlah Rp.600.000 ini dibagi dua yaitu 50% atau Rp.300 ribu untuk kebutuhan sembako dan Rp.300 ribu untuk kebutuhan BBM,” Terangnya.

Metode dan mekanisme penyaluran dan penerimaan bantuan inflasi kepada para nelayan dilaksanakan dengan cara membuat SPK atau Surat Perintah Kerja papar Ali, ini di lakukan sesuai dengan Kepres pengadaan barang dan jasa. Kami buatkan SPK dengan pihak Alfamidi dan pihak SPBU dan masyarakat di berikan voucher belanja sembako dan BBM untuk di bawa ke Alfamidi dan SPBU terdekat dan target realisasinya tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat.

Semua proses berjalan lancar, tepat sasaran dan asas manfaatnya langsung di rasakan oleh masyarakat nelayan Donggala, kata seorang nelayan penerima bantuan inflasi yang enggan di sebut namanya di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Donggala, Sulawesi Tengah yang kebetulan sedang antri BBM di salah satu SPBU.

Demikian halnya juga ibu-ibu nelayan, mereka rame-rame menyerbu gerai Alfamidi untuk berbelanja sembako dengan cara menukar voucher belanja yang mereka dapatkan dari Pemkab Donggala melalui Dinas Perikanan. “Selama ini kami tidak pernah masuk dan belanja di tempat begini, ini hal baru buat saya belanja di tempat seperti ini. Belanja di sini ternyata suasananya berbeda dengan belanja di di pasar atau kios-kios,” Ungkap seorang ibu paruh baya.

Tim Liputan Strateginews.co Biro Donggala.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More