SULAWESI TENGAH

Ritual Adantasi Cegah Pelaku Bom Ikan.

STRATEGINEWS.co, Donggala – Tradisi leluhur masyarakat nelayan pesisir pantai Mapaga, Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah melaksanakan “Adantasi” merupakan budaya sebagai bentuk ekspresi terhadap keterbatasan manusia, dimana para nelayan mengharapkan keselamatan saat melaut dan hasil tangkapan meningkat.

Gelaran ritual syukuran Adantasi itu dihadiri langsung Bupati Donggala, Kasman Lassa dan Kepala Dinas Perikanan Donggala Ali Assagaf. Acara yang di pimpin Ketua Adat Desa Labean, Mufair A. Lamakana berlangsung meriah di bibir pantai Mapaga, Desa Labean.

Menurut Ali Assagaf, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala terkait pelaksanaan Adantasi, dimana visi-misi Pemerintah Kabupaten Donggala terwujudnya Kabupaten Donggala yang maju, berkarakter, berdaya saing, mandiri, sejahtera, berpijak pada kearifan lokal. Sehingga kegiatan Adantasi ini merupakan salah satu rutinitas tahunan masyarakat di Desa Labean.

“Kegiatan ini selain sebagai bentuk tolak bala, masyarakat juga percaya kegiatan ini di jadikan ajang mempererat tali silaturahmi antar masyarakat nelayan di Desa lainnya yang ada di Kabupaten Donggala khususnya Kecamatan Balaesang,” Jelasnya Ali Assagaf.

Ini juga merupakan komitmen para pemangku adat dan nelayan pesisir pantai di Desa Labean, Donggala papar Ali. Karena perayaan ritual Adantasi bagian dari wujud kearifan lokal dan di implementasikan dengan visi-misi Bupati Donggala.

Terlaksananya Adantasi ini atas swadaya dari masyarakat nelayan sendiri Bersama para pemangku adat. Baik dari nelayan penangkap, pedagan ikan, pengolah maupun para pengusaha perikanan setempat bersatu membangun kearifan lokal dengan berpartsipasi saling membantu untuk melaksanakan ritual tersebut. Terang Ali.

Ali juga menekankan, selaku instansi tehnis agar kegiatan Adantasi ini di Desa Labean ini, bisa lebih berinovasi dan mencegah kejahatan ilegal fishing di laut. Seperti bom dan racun ikan, jika kegiatan ini bisa melahirkan kesadaran masyarakat nelayan mampu menjaga kelestarian kearifan lokal, maka secara otomatis mereka akan menjaga kelestarian ekosistem dan habitat laut.

“Secara tidak langsung dengan ritual Adantasi ini, larangan melakukan kejahatan di laut seperti pemboman ikan di daerahnya masing-masing. Karena dengan budaya kearifan lokal ini di harapkan menjadi garda terdepan untuk mencegah kejahatan di laut. Dengan menjaga kelestarian ekosistem dan habitat laut dapat di pastikan hasil tangkapan masyarakat nelayan semakin meningkat, dan dampaknya eknomi dan kesejahteraan nelayan juga meningkat,” Pungkasnya.

Tim Liputan Strateginews.co Biro Donggala.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More