KRIMINAL

Keren Lur, Polres Demak Berhasil Menyita 1.300 Liter Solat Ilegal

Tiga pelaku penimbunan BBM jenis solar, berhasil dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Demak. Hal itu disampaikan langsung oleh kapolres AKBP Budi Adhy Buono, pada Kamis (19/1/2023)

STRATEGINEWS.co, Demak – Tiga pelaku penimbunan BBM jenis solar, berhasil dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Demak. Hal itu disampaikan langsung oleh kapolres AKBP Budi Adhy Buono, pada Kamis (19/1/2023).

Dalam keterangan persnya dalam penangkapan itu polisi menemukan 1.300 liter BBM jenis solar pada kempu dan derigen pada bangunan kosong yang terletak di Desa Karangtowo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.

“Informasi dari masyarakat, kami kemudian membekuk tiga pelaku penimbun atau penyalahgunaan BBM jenis solar, ” Ucapnya

“Ketiga pelaku itu melakukan aksinya dengan cara membeli BBM di SPBU dan kemudian menjualnya ke tempat-tempat industri yang ada di Kabupaten Demak maupun wilayah lain,” Ungkapnya kembali.

Dirinya juga mengatakan bahwa, ketiga pelaku itu juga menjalankan aksinya dengan cara membeli BBM dari pengepul yang membeli BBM solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Demak.

“Mereka menggunakan surat rekomendasi pembelian BBM milik sejumlah kelompok tani di Kabupaten Demak, ” Katanya

“Ketiga pelaku itu ditangkap beserta sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut BBM jenis solar dan barang bukti lainnya, ” Bebernya kembali.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan ketiga pelaku tersebut berinisial RM, HL dan SS yang berdomisili di Kabupaten Demak.

” Dan Mereka menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario untuk mengangkut derigen dari SPBU kemudian dipindahkan ke penampungan besar,” ujar Budi.

Bahkan lanjutnya AKBP budi kembali, dari keterangan ketiga pelaku, mereka menampung dan menjual BBM jenis solar itu sudah berjalan selama 3 bulan.

“Kami sudah menangani belasan kasus penyalahgunaan BBM di Kabupaten Demak. Hal itu merupakan prioritas dan atensi langsung Kapolri untuk mengungkap penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Indonesia,” tandasnya.

“Kemudian untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku itu dikenakan Pasal 55 Undang-undang RI nomor 22 tentang Minyak dan Gas sebagaimana yang telah diubah Pasal 40 angka 9 Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 55-56 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara, ” Imbuhnya.

Terakhir AKBP Budi mengaku kasus ini menjadi prioritas polres Demak untuk melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Terkait dari mana mereka mendapat BBM bersubsidi dan kemana saja mereka menjualnya. Kami juga akan melakukan penyelidikan dari mana surat rekomendasi BBM jenis solar untuk petani sehingga para pelaku dengan mudah mendapatkan BBM di SPBU,” tutupnya.

(KARI)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More