DAERAH

Terkait Lahan 6 Ha Desa Sambalagi sudah dibayar PT ATI

STRATEGINEWS.co, Morowali – Terkait belum dibayarnya lahan seluas 6 Ha oleh PT Anugrah Tambang Industri (ATI) yang terlerak di Desa Sambalagi , sehingga Ahli waris Abd Rauf  melakukan pemagaran dengan mengunakan kawat duri dan memasang baliho yang bertuliskan bahwa lahan tersebut milik Alm. Hi Abd  Rahman  AJB No.02/AJB /1981 yang terletak di areal PT.ATI Desa Sambalagi Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali.Kata  Abd Rauf kepada media ini.Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, bahwa tanah seluas 6  Ha milik Bapaknya Alm Hi Abd Rahman hingga saat ini dirinya  belum  menerima ganti rugi dari pihak PT.ATI.

Akan tetapi setelah dilakukan konfirmasi kepada pihak manajemn PT.ATI , ternyata lahan  tersebut  sudah terbayar oleh PT.ATI kepada   Ahmad, Sukardin seluas 4 Ha dan sisanya 2  Ha  atas nama Desa Sambalagi atau HPL Desa Sambalagi.

Uang pembayaran lahan seluas 2 Ha  sudah diambil oleh Pak Desa Sambalagi Amiruddin sebesar  200 juta,  akan tetapi  uang tersebut  dikasih kembali sama Pak Desa kepada pihak perusahaan.

Lahan tersebut sudah ada SKT dari Kepala Desa Sambalagi atas nama Ahmad dan Sukardin , alasan dari Kades dibuatkan SKT  karena mereka berdua mengaku bahwa lahan tersebut miliknya, sehingga Kades memberikan SKT dan ahkirnya dibayar oleh PT.ATI, itu pernyataan Pak Kades setelah kami konfirmasi.Ucapnya

Lanjutnya, pada intinya kami masih melakukan negoisasi terkait lahan seluas 6 Ha kepada pihak perusahaan sambil menunggu jawaban dari pihak perusahaan, selain itu SPT yang diterbitkan pihak Camat Bungku Pesisir tidak ceramat dalam membuat surat- surat tanah.

“Untuk itu kami meminta kepada  pihak perusahaan agar cepat melakukan pembayaran sebelum ada peletakan batu pertama pembangunan pabrik nikel di Desa Sambalagi Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali yang akan dilaksanakan bulan  Pebruari 2023 ini.

Jika lambat pembayaran lahan seluas 6 ha kepada kami, maka kami  akan melalukan   upaya hukum”. Kata Abd Rauf .

Informasinya , bahwa areal  PT.ATI rencananya akan dibangun Smelter Nikel oleh PT Vale yang  areal tersebut masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) dan  ditepakan oleh Pemerintah Pusat.

Rencanaya    awal bulan Pebruari 2023 akan dilakukan peletakan batu pertama oleh pihak Pemerintah Pusat.

 jika pembebasan lahan seluas 6 Ha milik kami yang dibebaskan oleh PT.ATI belum selesai, tentunya bisa    menghabat pembangunan Smelter  PT Vale. Kata Rauf.

Ditempat lain pihak Humas  PT ATI Gafur  saat dikonfirmasi terkait masalah ini melalui  via Whats App tidak ada jawaban,  akan tetapi terlihat contreng dua dan tertanda di baca isi dari Whats App tersebut.

[supriyono]

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: peprocommunication612@gmail.com. Terima kasih

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More