HUKUM

Pelapor Cabut LP Penggelapan Bilyet Fikasa, Sebut Dimanipulasi untuk Fitnah Alvin Lim dan Phioruci

STRATEGINEWS.co, JAKARTA– Jong Wie Pin mencabut kuasa yang diberikan kepada Master Trust Lawfirm yang dipimpin oleh Natalia Rusli yang sekarang berstatus DPO atas penipuan dan penggelapan di Polres Jakarta Barat. Oleh Master Trust Lawfirm, Jing Wie Pin merasa disesatkan karena dijadikan pelapor untuk tuduhan penggelapan bilyet Fikasa, padahal tidak ada penggelapan itu.

Nyatanya semua klien Fikasa sudah setuju dengan perdamaian sebagaimana ada Akta Van Dadding di Notaris Firman Kurniawan dan para klien sendiri yang menyerahkan bilyet tanpa paksa. Dan setuju dengan skema perdamaian.

Dalam Video Youtube di kanal Quotient TV https://youtu.be/wysOuC_56xU JWP menyampaikan permintaan maaf kepada LQ Indonesia Lawfirm atas kesalahpahaman dan mencabut laporan polisi serta menyatakan permasalahan sudah diselesaikan dengan kekeluargaan.

Advokat Hamdani, SH, MH dari LQ Indonesia Lawfirm, sebagai salah satu terlapor dalam LP tersebut selain Alvin Lim dan Phioruci Pangkaraya senang akhirnya semua berakhir dengan baik.

“Dari awal tidak ada itu penggelapan, karena kami mendapatkan kuasa perdamaian dari Jong Wie Pin yag setuju dengan skrma damai. Jika tidak ada persetujuan, tidak mungkin kami akan berani menjalankan proses perdamaian,” katanya.

“Namun, ada oknum lawyer lain, kompetitor yang memfitnah, lalu memanipulasi klien dan mengatakan bahwa bisa mendapatkan kesepakatan yang lebih baik. Dan meminta Jong Wie Pin untuk melaporkan polisi atas penggelapan bilyet, yang tidak pernah terjadi. Akhirnya kami gugat Jong Wie Pin di Pengadilan untuk membuktikan keabsahan perdamaian tersebut. Syukurlah, Saudara Jong Wie Pin akhirnya sadar dijadikan antek oleh oknum lawyer yang nyatanya sekarang jadi Tersangka dan DPO karena menipu dan menggelapkan korban VS, padahal saat itu bukan pengacara. Kebenaran akhirnya terkuak.” ungkap Phioruci Pangkaraya.

Dalam kesempatan terpisah, Phio mengaku bingung kenapa dirinya di masukan sebagai terlapor, karena dirinya bukan pengacara dan tidak ikut menangani kasus Fikasa.

“Saat itu saya statusnya hanyalah pacar Alvin Lim yang ikut menemani kemana beliau pergi. Kenapa saya diseret-seret oleh lawyer Jong Wie Pin sebagai penggelap bilyet?” jelasnya.

“Namun, sekarang terbukti semua hanya fitnah. Polres Jakarta Selatan yang sudah memeriksa saya juga menyatakan tidak ada penggelapan karena bilyet diserahkan merupakan syarat perdamaian yang disetujui oleh semua klien Fikasa. Karma bekerja, oknum pengacara Natalia Rusli yang memfitnah saya penggelapan justru jadi Tersangka Penggelapan dan penipuan di Polres Jakarta Barat. Bahkan takut menghadapi proses hukum sehingga dijadikan DPO oleh kepolisian.” katanya.

Advokat Hamdani dari LQ Indonesia Lawfirm mengatakan LQ Indonesia berani dan selalu mengutamakan kebenaran, tidak jarang menjadi korban fitnah dan bahkan Ketua umum LQ Indonesia Lawfirm, Advokat Alvin Lim dikriminalisasi hingga dipenjara, karena oknum aparat penegak hukum gentar akan keberanian beliau melawan para oknum.

“Satu hal yang saya kagumi dari ketua kami adalah beliau berani bela masyarakat tertindas.Tentu Lawyer dapat bayaran dar klien karena kami bukan PNS yang digaji negara, namun, banyak oknum lawyer yang setelah dapat uang honor langsung kabur dan mematikan HP- nya. Berbeda dengan pak Alvin Lim yang bahkan tengah malam masih melayani keluhan klien yang tertimpa musibah. Indosurya bisa disidangkan tidak terlepas dari jasa Alvin Lim, bisa dilihat sekarang beliau dipenjara Ketua Jaksa Penuntut umum Syahnan Tanjung yang bintang dua sekalipun gagal membuktikan dakwaan dalam persidangan Indosurya, sehingga June Indria dibebaskan oleh PN Jakarta Barat. Bintang dua kejaksaan agung keok melawan kekuatan uang oknum Indosurya,” ungkapnya dalam rilis Jumat (20/1/2023).

“Masih ragu uang adalah panglima? Inilah mengapa Indonesia butuh sosok Alvin Lim yang bersih, berani, jujur dan berintegritas. Bukannya dirangkul pemerintah malah disingkirkan, makanya tidak heran Indonesia makin hari makin rusak penegakan hukumnya,” terang Hamdani dengan penuh semangat.

LQ Indonesia Lawfirm memiliki 4 cabang di Indonesia antara lain di kota Jakarta Pusat, Tangerang, Jakarta Barat dan Surabaya dengan jumlah rekanan kurang lebih 50 lawyer berkualitas. LQ Indonesia Lawfirm memiliki expertise di bidang pidana, ekonomi, keuangan, perbankan dan korporasi.

LQ dapat dihubungi di 0817-489-0999 Tangerang, 0818-0489-0999 Jakarta Pusat, 0817-9999-489 Jakarta Barat dan 0818-0454-4489 Surabaya.

[son/red]

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More