DAERAH

Indikasi korupsi,Embung Mubasir Oekefan Diduga Proyek Kepentingan

STRATEGINEWS.co, Soe (TTS ) – Terungkap pembangunan embung mubasir Oekefan, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang termasuk dalam 9 paket Embung bermasalah, diduga sebagai proyek kepentingan, dadakan dan siluman.

Pasalnya proyek yang dikerjakan tanpa ada perencanaan dan terindikasi korupsi ini, diduga kuat tidak melalui tespid, survei lokasi yang matang, serta tidak ada papan informasi sesuai prosedur yang sebenarnya.

Penegasan ini disampaikan tokoh masyarakat Oekefan, Okto Missa kepada Media ini kediamannya, jumat (20/01/2023).

Menurut Missa, kehadiran proyek Embung mubasir Oekefan, yang akhirnya menyisahkan persoalan hukum ini, dinilai sebagai proyek dadakan yang hanya menghabiskan anggaran tanpa memberi manfaat kepada masyarakat.

“Saya menilai dan menduga, pembangunan Embung Oekefan ini, sebagai Proyek kepentingan, dadakan, dan siluman “.Ungkap Okto Missa.

Selain menuai persoalan hukum karena terindikasi korupsi, lanjut Okto, proyek Embung mubasir Oekefan ini, tidak memberi asas manfaat, dipaksakan dan dikerjakan tidak sesuai prosedural.

“Kalau berfungsi saja mungkin masyarakat bisa tanam sayur dan mengerjakan lahan pertanian lainnya. Tapi kenyataannya tidak ada sama sekali”.kritik Misa

Dirinya menerangkan bahwa
pihak Kelurahan Oekefan sendiri juga tidak mengetahui tentang adanya usulan pembangunan Embung tersebut. Apalagi fakta yang terlihat proyek embung tersebut tidak layak, tanpa perencanaan, survei lokasi yang matang, dan tidak melalui tespid.

” Saya tidak tahu, mereka turun survei atau tidak, tapi sepertinya langsung kerja tanpa ada papan informasi serta tidak tahu siapa kontraktornya, termasuk anggarannya berapa”.tanya Okto

Disinggung terkait mandeknya proses penyelidikan perkara embung dimaksut, Okto Misa meminta pihak kejari TTS yang sudah melidik Kasus 8 Embung yang sudah di mulai dari Embung Oekefan, agar segera dituntaskan hingga ke tingkat pengadilan seperti Embung Mnelalete, agar ada kesamaan hukum yang adil bagi masyarakat .

Apalagi sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi dari tahun 2021 hingga masuk tahun 2023 tapi belum juga beres dan dibawa ke tingkat pengadilan.

“Kami sebagai masyarakat tidak pernah usul Embung karena tidak ada lahan pertanian dan peternakan di situ. Bagaimana Embung itu mau berfungsi bagi masyarakat.

Sementara itu Kasiepidsus Kejari TTS, Samuel Sine SH, dikonfirmasi media ini via saluran Whats Upp (WA) pada.sabtu 21/01/2023 terkait penanganan perkara 8 embung mubasir TTS, tidak merespon.walau sudah membaca pesan media ini.

Sekedar diketahui kasus 8 embung mubasir yg sebelumya sudah di lidik pihak kejari TTS yang dimulai dari embung oekefan, sampai saat ini belum ada tanda- tanda kemajuan, dan masih berkutat pada alasan menunggu LHP inspektorat TTS. Pihak kejari TTS diduga menjadi biang terhambatnya penuntasan kasus dimaksut dan terindikasi melindungi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. (DA,CB, TIM NTT)

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: peprocommunication612@gmail.com. Terim kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Read More